A A A

Vitamin E Tidak Mencegah Kanker Prostat

Ribuan pria yang turut serta dalam suatu percobaan guna melihat kemampuan vitamin E dan selenium untuk menghambat kanker prostat sekarang diminta untuk berhenti mengkonsumsi suplemen makanan tersebut oleh National Cancer Institute.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka telah menghentikan bagian penelitian ini karena hasil analisis pendahuluan mengindikasikan bahwa suplemen vitamin E dan selenium tersebut tidak membantu mencegah kanker prostat, namun malah menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Lebih dari beberapa tahun yang lalu, sekitar 35 ribu pria berumur lebih dari 50 tahun di Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Canada turut serta dalam percobaan yang dinamakan SELECT (Selenium and Vitamin E Cancer Prevention Trial). Percobaan yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat ini mengacu pada beberapa penelitian kecil sebelumnya yang menyatakan bahwa vitamin E dan selenium mampu menghambat kanker prostat.

Pada percobaan SELECT ini, para peserta diminta secara acak untuk mengkonsumsi 4 jenis obat yang berisi vitamin E dan selenium, atau yang berisi hanya plasebo (obat yang tidak ada kandungan zat aktifnya). Kelompok pertama diminta untuk mengkonsumsi 200 mikrogram selenium dan 400 ICU vitamin E. Kelompok kedua diberi selenium dan plasebo vitamin E. Kelompok ketiga diberi vitamin E dan plasebo selenium. Sedangkan kelompok keempat hanya diberi plasebo dari vitamin E dan selenium. Para peserta tidak diberitahu apakah mereka mengkonsumsi vitamin E dan selenium yang asli ataukah hanya plasebo.

Percobaan ini semula direncanakan untuk dilakukan selama 7 tahun, namun data analisis awal menunjukkan sesuatu yang mencemaskan. Pria yang hanya diberi vitamin E mengalami peningkatan sedikit kanker prostatnya, sedangkan pria yang hanya diberi selenium mengalami peningkatan diabetes.

Walaupun peningkatan tersebut tidak nyata secara statistik, namun Dr. Eric Klein, wakil ketua penelitian ini yang juga seorang tenaga kesehatan di Cleveland Clinic, mengatakan bahwa kabar ini adalah sesuatu yang mengecewakan.

Para peneliti berencana untuk menelusuri kesehatan para peserta percobaan ini selama tiga tahun kedepan setelah mereka berhenti mengkonsumsi suplemen tersebut.

Kanker prostat merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker di Amerika Serikat, diperkirakan tahun ini akan terjadi sebanyak 28.660 kasus kematian akibat kanker prostat, dan lebih dari 186.000 kasus baru yang terdiagnosis.