A A A

Suplemen Vitamin C dan E Tidak Mencegah Kanker

Fakta yang cukup mengejutkan ini terungkap melalui suatu penelitian yang dilakukan oleh Howard Sesso, ScD, MPH, dan dipresentasikan pada tanggal 16 November lalu dalam pertemuan internasional tentang riset pencegahan kanker yang diselenggarakan oleh American Association for Cancer Research (AACR).

Sesso dan rekan-rekannya meneliti apakah suplemen vitamin C dan E memiliki pengaruh nyata terhadap perkembangan kanker. Untuk itu mereka melibatkan 14.600 dokter pria yang berusia lebih dari 50 tahun di Amerika Serikat. Beberapa dokter diminta mengkonsumsi 400 IU vitamin E, dan beberapa lainnya sebanyak 500 mg vitamin C setiap hari selama penelitian berlangsung. Kelompok dokter terakhir diberi pil plasebo, yang tidak berisi vitamin apapun.

Diantara dokter tersebut, terdapat 1.929 orang yang menderita kanker, termasuk 1.013 orang yang mengalami kanker prostat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun mengkonsumsi suplemen vitamin tersebut, tidak ada bukti yang menunjukkan pentingnya penggunaan kedua vitamin dalam mencegah kanker. Perlu dicatat juga bahwa kedua vitamin tersebut tidak menimbulkan efek samping merugikan bagi perkembangan kanker.

Namun hasil penelitian ini mendapat kritik dari kalangan industri suplemen makanan. Andrew Shao, PhD, dari Council for Responsible Nutrition menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut cukup baik namun memiliki beberapa keterbatasan, antara lain penelitian ini tidak menjelaskan apakah besarnya dosis berpengaruh terhadap manfaat penghambatan kanker, atau apakah mengkonsumsi suplemen vitamin ini di usia yang lebih muda (bukan 50 tahun ke atas) akan berpengaruh ataukah tidak.

Namun Shao juga mengakui bahwa gaya hidup, terutama makanan (diet), olah raga, dan hobi tertentu, nampaknya dapat berperan positif dalam pencegahan kanker dibanding hanya mengkonsumsi vitamin C atau E.