A A A

Suplemen Vitamin B Tidak Mencegah Kanker

Suplemen makanan yang mengandung vitamin B dan asam folat ternyata tidak terbukti mencegah kanker. Hal ini disimpulkan oleh Dr. Shumin Zhang, seorang guru besar pada Harvard Medical School di Boston. Asam folat adalah nutrisi penting yang diperlukan pada saat kehamilan atau merencanakan kehamilan.

Dr. Zhang dan rekan-rekannya mengadakan suatu penelitian yang melibatkan 5.442 wanita berusia lebih dari 42 tahun. Para peserta percobaan diminta untuk mengkonsumsi 2,5 mg asam folat, 50 mg vitamin B6, dan 1 mg vitamin B12, atau hanya plasebo. Percobaan ini dilakukan selama 7,3 tahun, yakni dari bulan April 1998 hingga Juli 2005.

Selama periode tersebut, sebanyak 379 wanita terkena kanker. Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 wanita mengkonsumsi vitamin B dan asam folat, sedangkan sisanya yakni 192 wanita mengkonsumsi plasebo. Dari 379 wanita yang terkena kanker tersebut, sebanyak 154 wanita terkena kanker payudara (70 wanita berasal dari kelompok yang mengkonsumsi vitamin B dan asam folat, sedangkan 84 wanita lainnya berasal dari kelompok yang mengkonsumsi plasebo). Tidak ada satu pun perbedaan data-data tersebut yang terlihat nyata secara statistik.

Namun ketika data yang diperoleh tersebut dijabarkan berdasarkan kategori usia, maka suplemen vitamin B dan asam folat ini memberikan manfaat perlindungan bagi peserta percobaan yang berusia lebih dari 65 tahun. Dr. Zhang mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi dikarenakan wanita yang berusia lebih lanjut secara umum memiliki kebutuhan yang lebih tinggi terhadap zat gizi ini.

Dr. Zhang juga mengatakan bahwa hasil percobaan ini hendaknya disikapi "secara berhati-hati" karena percobaan ini tidak dirancang untuk mengamati perbedaan usia. "Hal ini membutuhkan kajian lebih lanjut", tambah Dr. Zhang.

Victoria Steven, seorang strategic director pelayanan laboratorium pada American Cancer Society sependapat dengan Dr. Zhang. "Ada semacam indikasi manfaat perlindungan pada wanita yang berusia lebih lanjut, yang menurut pendapat saya berharga untuk ditindaklanjuti", katanya.

Hal yang patut diperhatikan, menurut Steven, adalah bahwa suplemen makanan bukanlah "peluru ajaib" untuk pencegahan penyakit kanker.

"Adalah suatu alasan yang baik bagi para wanita untuk mengkonsumsi asam folat, khususnya jika mereka sedang merencanakan kehamilan, karena terdapat bukti yang nyata bahwa asam folat dapat mengurangi cacat pada kelahiran. Akan tetapi untuk rata-rata wanita dalam kaitannya dengan risiko kanker, vitamin B dan asam folat nampaknya tidak terlihat mampu menurunkan atau memperbesar risiko", tambah Dr. Zhang.