A A A

Senyawa Penghambat Infeksi HIV

Para ilmuwan dari Universitas Minnesota, Amerika Serikat, menemukan bahwa senyawa gliserol monolaurat (GML) mampu menghambat infeksi SIV, yakni virus sejenis HIV pada kera.

Pada penelitian ini, sepuluh ekor kera dibagi menjadi dua kelompok. Lima ekor kera diberi gel gliserol monolaurat yang digunakan di vagina, sedangkan lima ekor kera lainnya tidak diberi apa pun. Kemudian kera -kera tersebut disuntik sejumlah dosis SIV yang cukup tinggi sehingga mampu menginfeksi 50% sel-sel.

Empat jam kemudian kera-kera itu diberi gliserol monolaurat dan kemudian diberi dosis SIV kedua. Para ilmuwan mengamati tanda-tanda terjadinya infeksi SIV pada kera-kera tersebut selama 2 minggu.

Hasilnya menunjukkan bahwa 4 dari 5 ekor kera yang tidak diberi gliserol monolaurat terinfeksi SIV, dan tidak ada satu pun kera yang diberi gliserol monolaurat terinfeksi SIV.

Ketika kera terpapar SIV, sel-sel T yang berperan pada kekebalan tubuh bergerak menuju ke tempat infeksi guna memerangi SIV. Namun hal ini tidaklah berguna karena virus SIV malah menggunakan sel T untuk membantu ekspansi virus ke seluruh tubuh.

Senyawa gliserol monolaurat mencegah sel T untuk melakukan mekanisme ini, sehingga infeksi dapat dicegah.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hasil penelitian mereka membuka harapan bagi pencegahan infeksi HIV (yang masih berkerabat dengan SIV) pada manusia. Namun diperlukan kerja lebih sebelum keinginan tersebut dapat dilaksanakan.