A A A

Progesteron, Hormon Kehamilan

Progesteron adalah hormon steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilan, dan embriogenesis. Progesteron tergolong kelompok hormon progestogen, dan merupakan hormon progestogen yang banyak terdapat secara alami.

Tanaman Dioscorea mexicana mengandung senyawa steroid diosgenin, yang dapat diubah menjadi progesteron di laboratorium. Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan untuk mensintesis progesteron adalah Dioscorea pseudojaponica dan Dioscorea villosa.

Pada manusia dan beberapa binatang, progesteron diproduksi di ovarium (khususnya setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak, selama kehamilan, dan pada plasenta.

Progesteron memiliki efek fisiologis sebagai berikut:

Efek pada sistem reproduksi

  • menyiapkan uterus (rahim) untuk kehamilan

  • selama kehamilan, progesteron juga menurunkan respon kekebalan tubuh ibu, untuk menerima janin.

  • menurunkan pergerakan otot halus uterus (rahim)

  • menghambat laktasi selama kehamilan

  • penurunan kadar progesteron selama masa kehamilan mungkin menjadi awal mula proses kelahiran bayi.

Efek pada sistem syaraf

  • progesteron termasuk hormon neurosteroid, berperan meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat

Efek pada sistem lainnya

  • menurunkan kejang otot polos

  • menururunkan kerja empedu dan kandung kemih

  • memiliki efek antiinflamasi dan mengatur respon kekebalan tubuh

  • menormalkan pembekuan darah, kadar seng dan tembaga, kadar oksigen sel, dan lemak yang disimpan untuk energi.

  • mempengaruhi kesehatan gusi, meningkatkan risiko gingivitis dan kerusakan gigi.

  • mencegah kanker endometrium, dengan cara mengatur efek estrogen.

Oleh karena ketersediaan hayati progesteron sangat buruk ketika digunakan secara oral, maka hormon ini banyak disintesis sebagai progestin, akan tetapi progestin tidak mampu menggantikan peran progesteron alami karena pada banyak kasus progestin hanya diproduksi untuk menyerupai efek progesteron pada uterus.