A A A

Obat Antiepilepsi Berisiko Bunuh Diri

The Food and Drug Administration (FDA), yakni lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat memerintahkan agar para pembuat obat antiepilepsi mencantumkan peringatan efek samping bunuh diri pada label obatnya.

Obat-obat yang dimaksud FDA adalah sebagai berikut: carbamazepine, clonazepam, clorazepate, divalproex sodium, ethosuximide, ethonoin, felbamate, gabapentin, lamotrigine, lacosamide, levetiracetam, mephenytoin, methosuximide, oxcarbazepine, phenytoin, pregabalin, primidone, tiagabine, topiramate, trimethadione, zonisamide.

Russell Katz, MD, selaku kepala Division of Neurology Products di Center for Drug Evaluation and Research FDA menyatakan bahwa pasien yang dirawat dengan obat-obat tersebut harus diawasi akan gejala-gejala depresi, hasrat bunuh diri, atau pun perilaku aneh lainnya.

Langkah tegas FDA ini diambil setelah melakukan telaah terhadap 199 uji klinis dari 11 obat antiepilepsi. Hasil telaah, yang diumumkan pada bulan Januari lalu, menyimpulkan bahwa pasien yang dirawat dengan obat-obat antiepilepsi tersebut memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan bunuh diri dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima plasebo.

Empat pasien yang dipilih secara acak untuk mengkonsumsi obat antiepilepsi melakukan bunuh diri. Tidak ada kasus bunuh diri pada kelompok pasien yang diberi plasebo. FDA menyatakan bahwa penyebab biologis terjadinya bunuh diri ini belum diketahui.