A A A

Obat Antidiabetes Avandia Didesak Untuk Ditarik

FDA berkata bahwa pihaknya sedang mempelajari keinginan kelompok masyarakat tersebut dan akan terus memonitor catatan keamanan Avandia.

Risiko terkena penyakit jantung yang diakibatkan Avandia pertama kali muncul ke publik 2 tahun lalu, ketika itu ada suatu artikel di jurnal kesehatan yang menyatakan bahwa pasien diabetes yang mengkonsumsi Avandia memiliki kemungkinan 43% lebih tinggi untuk terkena serangan jantung bila dibandingkan dengan pasien diabetes yang mengkonsumsi obat lain.

Akibatnya, penggunaan Avandia merosot drastis, namun sampai saat ini diperkirakan masih ada satu juta orang yang mengkonsumsinya.

Selain serangan jantung, menurut hasil riset mandiri Public Citizen, mereka juga menemukan 14 pasien yang menderita penyakit hati yang dikaitkan dengan Avandia, dimana 12 orang diantaranya meninggal.

Namun GlaxoSmithKline dalam laporannya menyangkal adanya hubungan antara Avandia dengan penyakit hati dengan mengatakan bahwa pada data yang dimiliki oleh perusahaan, Avandia memiliki tingkat keamanan yang baik terhadap hati. Glaxo juga menyatakan bahwa data mengenai serangan jantung tersebut meragukan, dan bahwa Avandia aman serta efektif bila dipakai sesuai petunjuk penggunaannya.

 

Mereka beralasan bahwa obat antidiabetes tersebut menimbulkan efek samping yang mengancam jiwa, seperti kerusakan hati dan jantung.

Aksi penolakan terhadap obat buatan perusahaan GlaxoSmithKline ini adalah bukan yang kali pertama terjadi. Sebelumnya, American Diabetes Association dan suatu lembaga sejenis di Eropa telah merekomendasikan untuk menghindari pemakaian Avandia.