A A A

Merck Menghentikan Riset Obat Anti Obesitas "Taranabant"

Akan tetapi, reseptor yang dihambat oleh taranabant tersebut tersebar luas di otak, dan berperan pada banyak proses di dalam tubuh, sehingga penghambatan reseptor ini akan menyebabkan efek samping yang terlalu banyak.

Menurut sebuah artikel di Wall Street Journal, "Perusahaan Merck menyatakan bahwa baik efektivitas maupun efek samping taranabant tergantung oleh tingkat dosis, dimana dosis yang lebih tinggi akan menghasilkan efektivitas yang tinggi pula namun dengan efek samping yang ikut meningkat.  Sayangnya, Merck tidak mampu untuk menentukan suatu tingkat dosis dimana pasien obesitas dapat menurunkan berat badannya secara signifikan, namun dengan risiko efek samping yang minimal".

Taranabant bukanlah satu-satunya obat anti obesitas yang bekerja pada reseptor cannabinoid di otak. Sebelumnya perusahaan Sanofi-Aventis telah mengembangkan riset atas "rimonabant" (dengan merek dagang Accomplia). Obat ini tersedia di berbagai negara Eropa, namun FDA (the Food and Drug Administration), lembaga pemeriksa keamanan pangan dan obat Amerika Serikat, tidak menyetujuinya untuk digunakan di Amerika Serikat oleh sebab terlalu banyaknya efek samping yang terjadi.

 

Taranabant adalah senyawa kimia yang menghambat reseptor di otak yang diaktivasi oleh THC, suatu zat psikoaktif utama yang terkandung di marijuana. Telah diketahui sebelumnya bahwa dengan mengkonsumsi marijuana maka nafsu makan akan meningkat, sehingga diharapkan dengan menghambat reseptor yang diaktivasi oleh THC tersebut maka nafsu makan akan menurun.