A A A

Memulai Terapi HIV Lebih Awal Lebih Baik

Memulai terapi HIV lebih awal sebelum kondisi daya tahan tubuh penderita memburuk ternyata mampu meningkatkan kemampuan bertahan penderita.

"Waktu optimal untuk memulai terapi bagi penderita HIV yang belum menunjukkan gejala-gejala penyakit belumlah jelas", kata ketua tim peneliti, Dr. Mari M Kitahata, dari Universitas Washington. Namun pada penelitian ini, tim peneliti menemukan bahwa penderita AIDS yang menunda terapi berpeluang 69-94% lebih cepat mengalami kematian bila dibandingkan dengan penderita AIDS yang memulai terapinya lebih awal.

Pada penelitian yang dimuat di New England Journal of Medicine ini tim peneliti mengumpulkan data sebanyak 17.517 penderita HIV/AIDS yang menerima pengobatan sejak tahun 1996-2005. Mereka dikelompokkan berdasarkan perbedaan jumlah CD4 dan sel T dalam darah. Keduanya merupakan ukuran kekuatan sistem kekebalan tubuh, bila infeksi HIV meningkat maka jumlah CD4 menurun.

Para peserta penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama memiliki jumlah CD4 antara 351-500 sel per milimeter, sedangkan kelompok kedua memiliki jumlah CD4 di atas 500.

Pada analisis pertama yang melibatkan 8.362 peserta, sebanyak 25% peserta memulai terapi ketika jumlah CD4 berada di kisaran 351-500, dan sebanyak 75% peserta lainnya menunda terapi sampai jumlah CD4 berada di bawah 351. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menunda terapi berisiko 69% lebih cepat mengalami kematian bila dibandingkan dengan peserta yang mulai terapi lebih awal.

Analisis kedua melibatkan 9.155 peserta, 24% peserta memulai terapi ketika jumlah CD4 mereka di atas 500 sel per milimeter, sedangkan sisa peserta sebanyak 76% memulai terapi ketika jumlah CD4 mereka di bawah 500. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menunda terapi berisiko 94% lebih cepat mengalami kematian bila dibandingkan dengan peserta yang memulai terapinya lebih awal.

"Penemuan kami semakin memperkuat bukti yang mendukung pentingnya terapi lebih awal untuk meningkatkan kemampuan bertahan pasien", kata Dr. Kitahata. "Kami berpendapat bahwa terapi obat-obatan anti retrovirus hendaknya dimulai ketika jumlah CD4 di atas 500 sel per milimeter", tambahnya lagi.