A A A

Makanan ala Laut Tengah Menjaga Daya Ingat

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang terbiasa makan makanan ala Laut Tengah (Mediterranean diet), berisiko lebih rendah untuk terkena gangguan kognitif ringan, yang merupakan sebuah tahapan kehilangan memori akibat penuaan dan dapat berkembang menjadi penyakit Alzheimer.

Ditemukan pula bahwa orang yang sudah terkena gangguan kognitif ringan pun tidak akan berkembang penyakitnya menjadi Alzheimer, bila rutin mengkonsumsi makanan ini.

Makanan ala Laut Tengah (Mediterranean diet), banyak mengandung ikan, sayuran, polong-polongan, buah-buahan, sereal, dan asam lemak tak jenuh; serta sedikit konsumsi produk olahan susu, daging, lemak jenuh.

Penelitian ini diterbitkan dalam Archives of Neurology, dengan melibatkan 1.393 orang sehat, dan 482 orang yang mengalami gangguan kognitif ringan. Para peneliti menghitung sebuah nilai diet masing-masing peserta penelitian, di mana semakin tinggi nilainya maka menunjukkan semakin banyak makanan ala Laut Tengah yang dikonsumsi peserta. Penelitian ini berlangsung dari tahun 1992 hingga 1999.

Di antara 1.393 peserta yang sehat, pada akhirnya 275 orang menderita gangguan kognitif ringan. Para peserta penelitian yang nilainya berada pada posisi sepertiga atas dari daftar nilai, memiliki risiko 28% lebih rendah untuk terkena gangguan kognitif ringan (bila dibandingkan dengan peserta penelitian yang nilainya berada di urutan sepertiga bawah).

Kemudian, dari 482 orang peserta penelitian yang telah menderita gangguan kognitif ringan di awal penelitian, 106 orang pada akhirnya menderita Alzheimer. Walau pun telah menderita gangguan kognitif ringan, para peserta penelitian yang memiliki nilai di urutan sepertiga atas memiliki kemungkinan 48% lebih tinggi untuk tidak terkena Alzheimer bila dibandingkan dengan peserta penelitian yang nilainya berada di urutan paling bawah. Kelompok nilai tengah memiliki kemungkinan 45% lebih rendah untuk terkena Alzheimer.

Khasiat ini disebabkan makanan ala Laut Tengah berhubungan erat dengan perbaikan kadar gula darah, resistensi insulin, dan inflamasi, yang dapat menurunkan risiko berkembangnya gangguan kognitif.