A A A

Kekebalan Tubuh Lebih Aktif Pada Malam Hari

Para peneliti di Stanford University telah menemukan bahwa sistem imun (kekebalan tubuh) mencapai puncaknya pada malam hari dalam memerangi bakteri penyebab penyakit. Hasil penelitian ini dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan ke-48 American Society for Cell Biology (ASCB).

Sebagai obyek penelitian, mereka menggunakan lalat buah (Drosophila melanogaster) yang diinfeksi dengan dua bakteri berbeda, yaitu Listeria monocytogenes dan Streptococcus pneumoniae.

Kemudian lalat buah dibagi menjadi 2 kelompok yang diinfeksi pada waktu yang berbeda, kelompok pertama diinfeksi pada waktu siang, sedangkan kelompok kedua diinfeksi pada waktu malam. Hasilnya, lalat yang diinfeksi pada malam hari memiliki peluang lebih besar untuk bertahan terhadap infeksi dari pada lalat yang diinfeksi pada siang hari.

Reaksi imun yang terlibat dalam proses ini, yakni fagositosis, nampaknya berkaitan erat dengan proses lain di dalam tubuh yang dinamakan circadian rhythm. Ketika tidur, yakni kondisi di mana tubuh tidak terlalu terbebani dengan aktivitas metabolisme, circadian rhythm mengatur berbagai fungsi pemulihan dalam tubuh, termasuk respon kekebalan tubuh. Jika infeksi masuk ketika circadian rhythm sedang kurang optimal, maka tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.