A A A

Kasus Reaksi Obat Semakin Mencemaskan

Jumlah reaksi obat yang berbahaya dan angka kematian meningkat pada masa tiga bulan pertama tahun 2008. Hal ini dinyatakan oleh suatu lembaga pengawas industri kesehatan, Institute for Safe Medication Practices (ISMP), di Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin.

The Food and Drug Administration (FDA) menerima hampir 21.000 laporan reaksi obat yang berbahaya, diantaranya terdapat lebih dari 4.800 laporan kematian pasien.

Dua jenis obat dianggap paling banyak bertanggungjawab terhadap maraknya kasus reaksi obat ini, yaitu heparin (obat pengencer darah) dan Chantix (obat anti merokok buatan Pfizer).

Kasus pada heparin disebabkan karena terkontaminasinya heparin yang diimpor dari Cina. Sebanyak 779 kasus berkaitan dengan heparin, diantaranya terdapat 102 kasus kematian.

Chantix bekerja langsung pada otak guna meringankan gejala penderitaan akibat berhenti merokok. Obat ini juga menghambat efek "puas" yang ditimbulkan oleh nikotin, apabila orang tersebut berniat untuk mulai merokok lagi. Pada awal tahun ini, FDA telah memberi peringatan bahwa Chantix mungkin berkaitan dengan beragam masalah kejiwaan, seperti hasrat bunuh diri dan mimpi buruk.

Sebanyak 15 orang pasien yang mengkonsumsi Chantix dilaporkan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan sebanyak 52 kasus lagi yang berkaitan dengan hilangnya kesadaran. Total laporan yang diterima FDA yang berkaitan dengan Chantix adalah sebanyak 1.001 kasus, jumlah yang lebih besar daripada laporan kasus 10 macam merek obat lainnya bila digabungkan.

FDA menyatakan bahwa kasus reaksi obat yang berbahaya adalah salah satu penyebab pasien dirawat inap di rumah sakit. Data ini diperoleh dari para dokter yang secara sukarela melaporkannya, sehingga data reaksi obat berbahaya ini mungkin saja hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan kasus yang tidak dilaporkan.

Jumlah kasus yang dilaporkan sepanjang periode Januari-Maret 2008 ini mengalami kenaikan sebesar 38% dibandingkan periode yang sama tahun 2007 lalu, dan merupakan jumlah kasus tertinggi yang pernah dilaporkan.

Fakta yang lebih mencemaskan lagi adalah jumlah kematian, yaitu 4.824 kasus, yang mengalami kenaikan hampir 3 kali lipat dibanding tahun lalu.