A A A

Chantix Memicu Bunuh Diri

Obat anti merokok bermerek Chantix telah dihubungkan dengan 10 kasus bunuh diri di Inggris. Hal ini dilaporkan oleh MHRA (Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency), yakni suatu badan yang bertanggungjawab atas pengawasan obat-obatan dan produk kesehatan di Inggris. Sebelumnya FDA (the Food and Drug Administration), yakni lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat telah menyatakan bahwa terdapat 37 kasus bunuh diri yang dikaitkan dengan Chantix.

Di Inggris, dimana Pfizer menjual Chantix dengan merek Champix, MHRA telah melaporkan bahwa 24 orang yang mengkonsumsi Champix meninggal, diantaranya terdapat 10 orang yang melakukan bunuh diri. Sebanyak 213 pasien lainnya mengalami hasrat ingin bunuh diri, dan 407 pasien mengalami tekanan mental (depresi).

MHRA juga menyatakan bahwa pengguna Champix yang melaporkan terjadinya kasus efek samping mengalami peningkatan sebesar dua kali lipat dalam waktu 7 bulan terakhir, yaitu dari 1.811 kasus menjadi 3.541 kasus di bulan September.

 

Obat yang diproduksi oleh Pfizer ini bekerja dengan cara menghambat reseptor nikotin pada otak, dan merupakan obat pertama dari golongan penghambat reseptor nikotin yang mendapat persetujuan FDA. Namun obat ini telah dilaporkan memiliki banyak efek samping merugikan, yang paling dominan adalah memicu bunuh diri. Bahkan Desember tahun lalu, European Medicines Agency telah menyuruh agar pada brosur Chantix diberi peringatan akan efek samping bunuh diri dan tekanan mental.