A A A

Antibiotik Mengurangi Kematian Pasien ICU

Setelah 4 minggu, lebih sedikit kematian terjadi pada kelompok yang menerima antibiotik dibandingkan kelompok kontrol. Angka kematiannya turun sebesar 2,9% pada kelompok pasien yang menerima pasta antibiotik oral, dan sebesar 3,5% pada kelompok pasien yang mendapatkan antibiotik melalui pipa yang tersambung ke lambung dan infus.

Tidak terdapat perbedaan nyata antara kedua kelompok pasien penerima antibiotik ini, dan juga tidak terjadi peningkatan dalam jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Akan tetapi hasil yang didapat dari penelitian ini telah memicu perdebatan panjang apakah pemberian antibiotik sebagai langkah pencegahan mampu mengimbangi kemungkinan adanya resistensi antibiotik. Untuk menjawabnya nampaknya diperlukan penelitian lain yang lebih mendalam tentang topik ini.

Kesimpulan ini didapatkan oleh suatu penelitian yang melibatkan hampir 6.000 pasien di 13 rumah sakit Belanda, dan dilaksanakan oleh Dr. Anne Marie de Smet, Prof. Jan Kluytmans, dan Prof. Marc Bonten, di bawah pengawasan University Medical Center Utrecht.

Pada penelitian yang dicantumkan di dalam The New England Journal of Medicine ini, para pasien dibagi menjadi 3 kelompok, yakni kelompok pasien yang menerima antibiotik berupa pasta secara oral sebanyak 4 kali sehari, kelompok pasien yang selain menerima pasta antibiotik oral juga mendapatkan antibiotik yang diberikan melalui pipa yang disambungkan ke lambung dan infus, sedangkan kelompok pasien yang terakhir adalah kelompok kontrol dan hanya menerima perlakuan standar ruang ICU.